Penulis: Neneng Alfiah Nurul Hanna
Sejarah manis terukir dari pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu (Greyap). Mereka berhasil meraih medali emas sektor ganda putri pada gelaran pesta olahraga multicabang terbesar di dunia, yakni pada gelaran Olimpiade Tokyo 2020. Emas tersebut berhasil diraih Greyap setelah di partai final (2/8/2021) berhasil menundukkan ganda putri peringkat 2 dunia asal Tiongkok, yaitu Chen Qin Chen dan Jia Yi Fan dalam dua set langsung, 21-19 dan 21-15 di Mushasino Forest Plaza, Tokyo.
Greysia dan Apriyani adalah Robin Hood Indonesia
Perbedaan antara Greyap dengan Robin Hood terletak pada senjata yang mereka gunakan. Greyap memakai raket, sementara Robin Hood panah, dan sisanya kurang lebih sama. Seperti Robin Hood, Greyap juga mencuri dari mereka yang makmur. Tiongkok tidak hanya makmur dalam urusan ekonomi, tapi pada gelaran Olimpiade Tokyo 2020 ini mereka juga jadi yang paling makmur dalam urusan menggali emas. Total tiongkok telah mengoleksi 32 emas (akses data per 4/8/2021).
Emas yang Manis Persembahan Greysia dan Apriyani
“Pecah telor” mungkin istilah yang tepat untuk diungkapkan. Emas persembahan Greysia dan Apriyani kelewat spesial, itu sungguh-sungguh manis. Emas itu merupakan emas pertama untuk sektor ganda putri dalam sejarah panjang cabor bulutangkis Indonesia di Olimpiade, jika dihitung artinya kita membutuhkan waktu 28 tahun untuk mendapatkannya. Lalu, emas tersebut juga adalah emas satu-satunya yang didapatkan Indonesia pada ajang Olimpiade Tokyo 2020.
Menuntaskan Perjuangan Para Pendahulu
Sejak pertama kali Olimpiade digelar, yaitu pada 1992. Indonesia sebetulnya selalu berhasil meraih emas di nomor tunggal putri, tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran. Namun, tidak pernah sama sekali ada emas pada ganda putri. Medali emasnya Greyap merupakan emas pertama bagi sektor ganda putri Indonesia di ajang Olimpiade. Greyap berhasil menuntaskan perjuangan para pendahulu mereka sebelumnya. Mereka adalah Finarsih/Lili Tampi pejuang pada Olimpiade 1992, Eliza Nathanael/Zelin Resiana pejuang Olimpiade 1996. Etty Tantri/Cynthia Tuwankotta pejuang Olimpiade 2000, Meiliana Jauhari/Greysia Polii pejuang Olimpiade 2012, dan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii pejuang Olimpiade 2016.
Petaka Itu Bernama “Bermain Sabun”
Untuk sampai ke titik perolehan emas olimpiade bagi sektor ganda putri Indonesia tidaklah mudah. Pasangan ganda putri Indonesia pernah mendapatkan petaka pada Olimpiade 2012 di London. Pasangan Meiliana jauhari/Greysia Polii yang sudah berhasil melaju ke perempat final didiskualifikasi bersama dua pasangan Korea Selatan dan satu pasangan China karena dianggap “bermain sabun” atau sengaja mengatur hasil akhir laga ketiga babak penyisihan grup.
Kado Terlalu Dini untuk Indonesia
Momen diraihnya emas olimpiade oleh Greyap sangat spesial di bulan Agustus ini. Mengingat negara kita Indonesia akan berulang tahun pada 17 Agustus nanti. Greyap menjadi pihak pertama yang sudah menyiapkan sekaligus memberikan hadiahnya untuk negara kita tercinta, tentunya hadiah itu adalah emas Olimpiade. Kira-kira kalau kalian mau menghadiahi Indonesia apa tanggal 17 nanti?
Editor: Muhamad Rizky Novryan






